Jumat, 08 Februari 2013

Epistemologi Islam

Pembahasan ilmu pengetahuan dalam Islam dapat ditinjau dari dua sisi: ontologi dan epistemologi. Walaupun pembahasan tersebut dalam literatur Islam tidak tersusun secara rapi dan tersendiri, kita dapat menemukan pembahasan tersebut dalam beberapa kajian filsafat seperti pembahasan yang berkaitan dengan non meterialnya ilmu, tingkatan-tingkatan ilmu, terbaginya ilmu ke dalam beberapa bagian, dan lain-lain.

Secara ontologis, kita bisa membahas ilmu dari keberadaanya, apakah ia materi ataukah bukan. Kita sama sekali tidak membahas tentang gambaran atau komprehensif ilmu.

Adapun dari sisi epistemologi, kita bisa membahas ilmu dari sisi representifnya setelah kita membuktikan secara ontologis tentang keberadaan ilmu tersebut. Jadi, bisa dikatakan bahwa kajian epistemologi ini sebenarnya adalah pembahasan derajat kedua. Meskipun demikian, secara subtansial pembahasan epistemologi ini sangat berbeda dengan pembahasan pertama tadi.

Jihad Dalam Islam

 
 
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi...”
(Q.S. Al Anfal [8]: 72)

Dalam Islam, arti kata Jihad adalah berjuang dengan sungguh-sungguh. Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Qur'an. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi.

Hampir bisa dipastikan, istilah “jihad” merupakan salah satu konsep Islam yang sering disalahpahami oleh orang-orang Islam sendiri dan pengamat Barat umumnya yang hanya mengartikan jihad dengan perang. Secara bahasa, kata jihad terambil dari kata “jahd” yang berarti “letih/ sukar”, karena jihad memang sulit dan menyebabkan keletihan. Ada juga yang berpendapat kata jihad berasal dari kata “juhd” yang berarti “kemampuan”, karena jihad menuntut kemampuan dan harus dilakukan sebesar kemampuan (M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an, Bandung: Mizan, 1996, h. 501).

Teori Kritis Mazhab Frankfurt

Pemikiran kritis Mazhab Frankfurt disebut juga dengan nama “Teori Kritis” atau Kritische Theorie. Mazhab Frankfurt yang diidentikkan dengan Teori Kritis ini dikenalkan oleh sebuah lembaga yang dibentuk di Universitas Frankfurt, yaitu Institut fur Socialforschung (Institut Penelitian Sosial) yang didirikan pada tahun 1923. Institut ini merupakan salah satu jurusan resmi di universitas tersebut. Perintisnya adalah seorang sarjana ilmu politik bernama Felix Weil.
 
Perlu diketahui, sebagai “mazhab” atau “aliran” yang dipahami sebagai arus pemikiran kritis, oleh berbagai kalangan, aliran ini kemudian dikenal dengan sebutan “Mazhab Franfurt”. Dan pada perkembangan mazhab ini, yang paling dikenal sebagai Generasi Pertama Teori Kritis adalah Max Horkheimer (yang menjadi direktur sejak 1930), Theodor Wiesengrund-Adorno (yang menjadi direktur sejak 1951), dan Herbert Marcuse. Sedangkan Generasi Kedua Teori Kritis dari Mazhab Frankfurt adalah Jurgen Habermas yang merupakan filsuf paling kondang di zaman ini. Awalnya, pemikiran Mazhab Frankfurt dikenal sebagai Teori Kritis melalui majalah yang didirikan oleh Max Horkheimer, yaitu Zeitschrift fur Socialforschung.

Kritik Atas Positivisme
Teori kritis yang berkembang pada Mazhab Frankfurt menggunakan pendekatan kritik dalam arti Hegelian, Kantian, Freudian, dan Marxian (Hardiman 2009;52-59). Teori Kritis Mazhab Frankfurt tidak seperti ilmu alam yang memiliki metodologis berurat berakar, teori kritis lebih tepat di katakan merupakan program metodologis jangka panjang yang selalu di perbaiki dan di perlengkapi dengan wawasan baru. Secara singkat, dapat di katakan teori kritis memiliki kehendak lewat maksud menyusun suatu “teori dengan maksud praktis”.

Kontribusi Florence Nigthtingale dalam Manajemen Mutu Keperawatawan

Globalisasi mempertinggi arus kompetisi disegala bidang termasuk bidang kesehatan dimana perawat dan bidan terlibat didalamnya. Untuk dapat mempertahankan eksistensinya, maka setiap organisasi dan semua elemen-elemen dalam organisasi harus berupaya meningkatkan mutu pelayanannya secara terus menerus. Sistem pengembangan dan manajemen kinerja klinis (SPMKK) bagi perawat dan bidan terkait erat dan sinkron dengan program jaminan mutu (Quality Assurance). Kecenderungan masa kini dan masa depan menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya peningkatan dan mempertahankan kualitas hidup (quality of life). Oleh karena itu pelayanan kesehatan yang bermutu semakin dicari untk memperoleh jaminan kepastian terhadap mutu pelayanan kesehatan yang diterimanya. Semakin tinggi tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan untuk mempertahankan kualitas hidup, maka customer akan semakin kritis dalam menerima produk jasa, termasuk jasa pelayanan keperawatan dan kebidanan, oleh karena itu peningkatan mutu kinerja setiap perawat dan bidan perlu dilakukan terus menerus. Proses mutu keperawatan sekarang ini tidak lepas dari peran tokoh Terkenal yang bernama Florence Nightingale, berikut dalam artike ini akan Saya paparkan dari sejarah Florence Nightinge, teori umumnya, definisi dari teori Florence Nightingale, beberapa pendapat tentang Teori Florence Nightingale dan kontribusi Florence Nightingale terhadap Mutu Pelayanan Keperawatan.

Kamis, 07 Februari 2013

Arah Gerakan Kita : Derap Langkah dan Kibar Panji


Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa gerakan mahasiswa mengalami masa dipersimpang jalan. Banyak pihak beropini bahwa terjadi kemunduran “kualitas” gerakan mahasiswa, bila dibandingkan angkatan gerakan mahasiswa yang sekarang jadi pejabat negeri ini. Dalam hal ini tentunya secara umum tidak terkecuali menimpa Ikatan, namun dengan beberapa kekhususan akar masalah. Kondisi yang demikian tidak terlepas dari dua hal. Pertama, IMM sebagai organisasi otonomi Muhammadiyah, mendapatkan dukungan fasilitas dan modalitas, yang justru menjebak Ikatan pada bentuk-bentuk organisasi formal. Tidak berani kritis.

Pendekatan yang digunakan oleh Muhammadiyah dalam memposisikan Ikatan pun cenderung berparadigma struktur-fungsional. Ikatan –diharapkan- sebagai organisasi persemaian kader bagi Muhammadiyah, tidak lebih. Kritik yang disampaikan oleh IMM dianggap sebagai anomali dari sistem yang tertata dengan baik. Pernah pada suatu kali seorang kader bercerita bagaimana ia di kritik oleh pejabat Muhammadiyah, karena sering mengkritik Muhammadiyah dan AUM, yang justru sudah di kritik Ahmad Dahlan. “Kamu pasti di kos bacanya Marx. Bagaimana Muhammadiyah dapat maju kalau bacaannya penindasan-penindasan macam itu”. Bila “kemajuan” bagi Muhammadiyah berarti dengan menjadi penindas baru di negeri ini atas nama gerakan kemanusiaan, maka IMM harus menjadi gerakan pertama yang menentangnya atas nama Islam.

Refleksi Peran Mahasiswa


 
Judul : Dari Demonstrasi Hingga Seks Bebas: Mahasiswa di Era Kapitalisme dan Hedonisme

Penulis : Nurani Soyomukti

Kata Pengantar : Airlangga Pribadi

Penerbit : Garasi, Yogyakarta, 2008

Tebal : 182 halaman



  


Sejarah telah mencatat keterlibatan mahasiswa dalam berbagai peristiwa sosial-politik yang pernah terjadi di negeri ini. Gerakan reformasi 1998, gerakan mahasiswa 1974 yang dikemudian waktu lebih dikenal Malapetaka Januari (Malari) 1974 adalah sedikit contoh kecilnya. Mahasiswa bersama masyarakat membangun gerakan guna melakukan kritik sosial-politik kepada pemerintah. Gerakan moral sosial-politik tersebut dibangun sebagai respon atas kebijakan pemerintah yang dinilai telah jauh menyimpang dari cita-cita luhur dibentuknya negara ini; menciptakan masyarakat adil dan sejahtera. Pun ketika melihat para pejabat pemerintah telah terjebak dalam moralitas bejat; korupsi, kolusi, nepotisme, dan tidak bertindak tegas pada konglomerat jahat. Dengan berbagai aktivitas sosial, budaya, serta politik mahasiswa mencoba membenahi realitas tersebut, setidaknya memberitahukan bahwa ada yang menyeleweng dari asa negara.

Refleksi Peranan Mahasiswa Dalam Sejarah

Generasi muda adalah penentu perjalanan bangsa di masa yang akan datang. Mahasiswa sebagai inti dari generasi muda, mempunyai kelebihan dalam pemikiran ilmiah, selain semangat mudanya, sifat kritisnya, kematangan logika dan ‘kebersihan’-nya dari dosa politik orde baru.
 
Mahasiswa adalah motor penggerak utama perubahan. Mahasiswa diakui perannya sebagai kekuatan pendobrak kebekuan dan kejumudan masyarakat.

Nasionalisme tidak seperti bangunan statis, tetapi selalu dialektis dan interpretatif, sebab nasionalisme bukan pembawaan manusia sejak lahir, melainkan sebagai hasil peradaban manusia dalam menjawab tantangan hidupnya. Terbukti dalam sejarah Indonesia, kebangkitan rasa nasionalisme didaur ulang kembali oleh para mahasiswa dan pemuda, karena mereka merasa ada yang menyimpang dari perjalanan nasionalisme bangsanya.

Nasionalisme Gelombang Pertama: Kebangkitan Nasional 1908

Berdasarkan sejarah, gerakan kebangkitan nasionalisme Indonesia diawali oleh Boedi Oetomo di tahun 1908, dengan dimotori oleh para mahasiswa kedokteran Stovia, sekolahan anak para priyayi Jawa, di sekolah yang disediakan Belanda di Djakarta. Tahun dan nama organisasi sebagai tonggak kebangkitan nasional Indonesia, masih menjadi obyek perdebatan para ahli sejarah, karena Boedi Oetomo, tidaklah menasional organisasinya, tetapi hanya melingkupi Jawa saja. Jadi patut dipertanyakan sebagai tonggak kebangkitan nasional Indonesia.

Sang Bomber pun Kagumi Nabi Muhammad SAW


MANCHESTER -- Siapa tidak kenal Javier Hernández Balcázar atau populer dipanggil Chicarito. Meski hanya pemanis bangku cadangan lantaran kalah bersaing dengan Wayne Rooyne dan Robin van Persie, namun perannya di tim sangat penting.

Kemenangan Manchester United atas Newcastle United di lagw boxing day di Old Trafford, Rabu (26/12) menjadi buktinya. Penyerang Timnas Meksiko itu mencetak gol pada menit terakhir dan mengantarkan the Red Devils menang 4-3 dan unggul tujuh angka dari peringkat kedua, Manchester City.

Optimalisasi Peningkatan Kualitas Kader dan Progressifitas Juang dalam Ikatan menjadi Tema Pokok DAD IMM di Gombong



Gombong - Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kab. Kebumen adakan Darul Arqam Dasar selama tiga hari dari hari minggu sampai hari selasa tanggal 23 - 25 Desember 2012 lokasi di SMP Muhammadiyah Gombong & diikuti 30 peserta 50% lebih dari 50 peserta target panitia DAD PC IMM Kebumen.

Peserta sendiri berasal dari berbagai kampus yang ada di Kab. Kebumen diantaranya : STT Muhammadiyah Kebumen, StiKes Muhammadiyah Gombong, STIE Putra Bangsa Kebumen, DAD ini diadakan dengan tujuan sebagai pintu awal kaderisasi IMM Cab Kebumen. Ketua Panitia DAD, Saeful Najib mengatakan, DAD berfungsi membuat mahasiswa memiliki kualitas, nilai, serta solidaritas kader yang tinggi.

Joshua Evans: Injil Membimbingku pada Islam




Evans tumbuh dengan didikan yang ketat, meski tanpa kedua orang tuanya. Tinggal dekat dengan gereja dan belajar di sekolah Kristen adalah dua hal yang membentuknya menjadi pendeta muda. Namun ia tak pernah menyangka, Injil justru membimbingnya pada perhentian yang lain, yakni Islam.

“Aku dibesarkan oleh kakek dan nenekku, di South Carolina (AS),” Evans mengawali ceritanya. Malam itu, 6 Februari 2009, ia diundang untuk berbicara di Masjid Omar Al Farouk, California. Ibunya meninggalkan rumah sejak Evans masih kecil, sedangkan ayahnya tinggal jauh darinya untuk bekerja. “Di rumah hanya ada aku dan dua orang penganut Kristen yang sangat konservatif (kakek dan nenek).”

Konservatisme, menurut Evans, tak menyulitkan kedua orang terdekatnya itu untuk membentuk dirinya. Sejak kecil, Evans telah terbiasa datang ke gereja pada Minggu pagi dan malam, ditambah Rabu. “Dan dalam Kristen, orang-orang seperti kami termasuk golongan sangat relijius,” katanya.

AMM Kebumen Adakan Upgrading




Ditengah surutnya pengkaderan pada generasi muda Muhammadiyah, hari ini 3 November 2012 s/d 4 November 2012 Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah menciptakan momen yang sangat bersejarah yaitu mengadakan UPGRADING ANGKATAN MUDA MUHAMMADIYAH (AMM) daerah Kabupaten Kebumen yang bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Gombong, peserta UPGRADING ini dari IPM, IMM, Pemuda, NA, TSPM dan HW yang berada di lingkungan Kabupaten Kebumen, selain itu juga ada peserta yang dari Luar kabupaten Kebumen yaitu Pembina IPM Ranting SMK Muhammadiyah Sumpiuh, Banyumas dan lebih menariknya acara ini dihadiri tidak hanya dari lingkup muhammadiyah saja, akan tetapi dihadiri juga oleh peserta dari luar ORTOM yaitu LINTAS ORMAS INDONESIA. Dengan jumlah peserta kurang lebih 60 peserta.

Menyelamatkan Hutan Mangrove Cilacap



Hutan bakan atau mangrove di perairan Segara Anakan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sangat dikenal di kalangan ilmuwan, khususnya biolog dan mahasiswa fakultas biologi dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, karena yang terluas di dunia. Hutan ini menjadi laboratorium alam, tempat penelitian perkembangan binatang laut yang hidup di hutan yang tumbuh di atas permukaan air laut. Seperti berbagai jenis ikan, udang, kepiting, serta sidat (sejenis belut yang besar).


Namun, hutan yang merupakan laboratorium alam itu kini terancam rusak. Kalau pada masa lalu luas hutan itu mencapai puluhan ribu hektare, kini tinggal 12.343 hektare. Hutan yang ditumbuhi tanaman kayu bakau (Rhizo-pora, SP) dan kayu tancang (Bruguiera. SP) kini semakin rusak akibat penebangan liar. Kerusakan hutan itu mulai terjadi pada masa penjajahan Jepang (tahun 1942), ketika tentara Jepang membutuhkan arang untuk bahan bakar kereta api sebagai sarana transportasi. Kerusakan itu terus berlangsung sampai awal orde baru.

Pada tahun 1978 atau 22 tahun lalu, kerusakan itu berhasil diatasi melalui reboisasi yang dilakukan oleh Administratur KPH Perhutani Banyumas Barat, waktu itu Ir Bambang Soekartiko. Berkat reboisasi itu hutan yang rusak bisa menghijau kembali dan ekosistem kehidupan binatang laut yang berkembang biak di akar-akaran tanaman mangrove bisa terjaga. Namun, belakangan ini hutan itu rusak lagi. Kerusakan ini mendapat perhatian dari para pakar biologi dan kelautan di luar negeri.

Filosofi Syahadat

Syahadat merupakan hal yang penting dalam islam. Dalam sehari, setidaknya minimal 5 kali dalam sehari kita mengucapkannya. Belum lagi jika kita melakukan sholat sunnah. Akan tetapi, syahadat bukan hanya di lisan saja. Kita harus memaknai syahadat itu sendiri dan menjadikannya sebagai prinsip dasar kehidupan. Kalimat syadahat ini digambarkan seperti fondasi. Jika tidak memahami inti dari syahadat itu sendiri, maka kita akan terjerumus dalam kemusyrikan yang mana itu merupakan dosa besar (Naudzubillah).

Syadahat merupakan dua kalimat, yaitu:
"Asyhadu allaa ilaaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan rasulullah" (aku bersaksi sesungguhnya tidak ada Ilaah selain Allah, dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad Rasul Allah)

Dalil yang menyatakan syahadat tersebut ada di surat QS. Muhammad : 19

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Maka ketahuilah, sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah…

Kata fa’lam berarti “maka ketahuilah, ilmuilah….” Artinya Allah memerintahkan untuk mengilmui atau memahami kalimat Laa Ilaaha Illallah bukan sekadar mengucapkannya, tetapi dengan yang pada gilirannya akan membentuk keyakinan (i’tiqad) dalam hati.

PC IMM Kebumen Mengadakan Tabligh Akbar dan Pelantikan Kepengurusan Baru


Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kebumen mengawali agenda baru mereka setelah pelantikan dengan terjun dalam penguatan ukhuwwah Islamiyah. Meskipun Ramadhan telah usai, namun Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kebumen telah mengambil tindak lanjut untuk semakin memperkuat tali persaudaraan.  Bertempat di Gedung Dakwah PDM Kebumen, kurang lebih 20 orang kader yang telah dipersiapkan untuk dilantik dan acara ini berlangsung pada hari Sabtu, 1 September 2012 sejak pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh beberapa audiens dari golongan akademis dan beberapa aktivis PC IMM Magelang. Acara tabligh akbar yang diisi oleh Drs. Tafsir, M.Ag. ini berjalan dengan lancar dan tenang.

IMMawan Nuzula Syifaul Khujun, selaku ketua PC IMM Kebumen periode 2012-2013 yang dilantik sesaat sebelum tabligh akbar itu mengungkapkan, kegiatan ini merupakan awal dari serangkaian kegiatan PC IMM Kebumen periode 2012-2013. Oleh karena itu, sengaja dipilih target pesertanya umum terutama golongan akademis, supaya mereka mendapatkan suatu pencerahan untuk selalu memperkuat ukhuwwah Islamiyah sehingga terwujud negeri indah, adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Kegiatan ini adalah bekal yang menyenangkan dan menyejukkan untuk menyongsong hari-hari setelah bulan Ramadhan yang penuh berkah kemarin.

Matahari Muhammadiyah

Image
Sahabat-sahabat sekalian,

Jika suatu saat ada orang bertanya, “Apa sih Muhammadiyah itu?”. Apa yang akan sahabat jawab? Mungkin macam-macam jawaban akan muncul dari benak anda, bergantung dengan tingkat pemahaman dan situasi yang mengitari anda. Misalnya, kalau anda bergerak dan pemerhati dalam bidang pendidikan, anda akan menjawab Muhammadiyah adalah sekolah. Hal ini tidak aneh mengingat sekolah-sekolah Muhammadiyah sudah sangat tersebar di seluruh penjuru Indonesia ini. Kalau anda bergerak atau pemerhati dalam bidang sosial, anda akan menjawab Muhammadiyah adalah panti asuhan. Hal ini juga tak aneh mengingat hampir disetiap daerah selalu tersebar panti-panti asuhan Muhammadiyah. Kalau anda bergerak atau pemerhati dalam bidang kesehatan, anda akan menjawab Muhammadiyah adalah rumah sakit. Hal ini cukup wajar dikarenakan rumah sakit dan poliklinik Muhammadiyah pun sudah tersebar di kota-kota di Indonesia. Begitupun bidang-bidang lainnya seperti keagamaan, politik, ekonomi dan lain-lain. Pada dasarnya semua jawaban tadi tidaklah salah, hanya jawaban tadi seperti halnya jawaban orang buta yang mencoba menggambarkan bentuk seekor gajah. Jadi seperti ini, ada 3 orang buta yang ingin tahu seekor gajah itu seperti apa. Dikarenakan ketiganya tak bisa melihat, mereka mencoba mengetahui gajah dengan merabanya. Orang buta pertama kebetulan memegang kupingnya, maka dia menjelaskan bahwa gajah itu bentuknya lebar dan tipis. Orang buta kedua kebetulan memegang belalainya, maka dia mengatakan bahwa gajah itu bentuknya panjang. Orang buta ketiga kebetulan memegang badannya, maka dia mengatakan bahwa gajah itu besar dan keras. Nah, terkadang kita pun seperti ini dalam melihat Muhammadiyah, termasuk kami. Maka dari itu, kali ini kami ingin mencoba menggambarkan Muhammadiyah dari sudut pandang yang berbeda.

Sahabat-sahabat sekalian,

Jika kami disuruh menjelaskan “Apa sih Muhammadiyah itu?”, maka yang terbayang dalam benak kami adalah lambang dari Muhammadiyah itu sendiri yaitu matahari. Lantas, ada apa dengan matahari? Atau kenapa harus matahari?

Minggu, 30 Desember 2012

Tafsir Baru Kompetensi Kader IMM

Oleh: Muh. Azhar Syafrudin


“Kami melahirkan dan membina IMM dengan maksud mempersiapkan masa depan Muhammadiyah dengan tenaga yang terlatih, baik dalam bidang ilmiah maupun dibidang amaliah, namun Muhammadiyah sebagai predikat IMM itu sendiri adalah sebagai jaminan bahwa IMM bukanlah suatu organisasi yang berdiri sendiri. Ia adalah organisasi yang seazaz, tidak terpisah dan tidak dapat dipisahkan dari Muhammadiyah. Ia merupakan organisasi yang bertindak mengatur, menertibkan dan menyalurkan aktifitas mahasiswa anggota-anggotanya dalam kedudukan sebagai organisasi kader Muhammadiyah (Alm. Djasman Al-Kindi, Ketua Utama DPP IMM Pertama - Cucu Kyai Dahlan).”
      Agen perubahan atau agent of social change, demikian julukan yang diberikan masyarakat terhadap mahasiswa. Dengan julukan seperti itu barangkali menjadikan aktifis IMM, sebagai bagian dari mahasiswa merasa bangga. Julukan seperti itu, dalam konteksnya yang tersendiri, tentu diberikan oleh masyarakat dengan melihat realitas historis masa lampau mahasiswa. Artinya, mahasiswa dalam sejarahnya, sejak masa perang kemerdekaan hingga penggulingan orde baru (serta reformasi) memiliki peran yang signifikan, untuk tidak mengatakan paling penting.
       Tentunya peran perubahan tersebut tidak semata-mata terjadi secara alamiah dan tanpa rekayasa. Dalam sejarahnya, untuk dimilikinya julukan seperti diatas, mahasiswa harus melalui proses penempaan potensi yang panjang. Proses ini tentunya mutlak memerlukan wadah, yang sering kita sebut organisasi. Dengan inilah gerakan Mahasiswa menjadi lebih terarah. Sebab, dalam organisasilah, sang mahasiswa dididik untuk secara langsung merasakan dan berhadapan dengan realitas problem kemasyarakatan sekaligus ditumbuhkan nalar dan keterlibatannya untuk turut, secara terorganisir memberikan solusinya.
     Oleh karena itu dapat diyakini, secara historis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) juga memiliki nada gerakkan yang sebangun dengan pendahuluan yang dikemukakan diawal tulisan. Ya, alasan rasional dan logis kelahiran IMM, termasuk ORTOM

Sabtu, 29 Desember 2012

Buya Syafi'i: Indonesia Ibarat Kampung Tak Bertuan


Tahun 2012 akan segera berlalu dan berganti menjadi tahun 2013. Namun penegakan hukum, HAM, dan rasa keadilan masyarakat dirasa masih jauh dari harapan.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif menilai, hal itu terjadi karena ada persoalan di kepemimpinan bangsa ini. Dia bahkan mengibaratkan bangsa ini ibarat kampung tak bertuan.

"Ini soal kepemimpinan dan kepemimpinan tidak ada, Indonesia seperti kampung tak bertuan tapi ada harapan kalau ada contoh keteladanan itu masyarakat bisa diajak," jelas Buya di Hotel Grand Alia Cikini, Jakarta, Sabtu (29/12).

Buya menegaskan keteladanan

Hobi yang Bisa Menghasilkan Uang


Melakukan pekerjaan yang disenangi dapat membuat pekerjaan berjalan dengan prima. Ketika hati senang, apapun yang kita lakukan akan berjalan dengan lancar.

Kita seringkali mendengar istilah kebahagiaan dapat diraih ketika gairah dapat berkesinambungan dengan skill yang dikuasai. Dengan kata lain, seseorang dapat berkembang jika melakukan sesuatu yang mereka sukai. Ada banyak hobi dan passion yang jika dilakukan dapat menjadi karir yang menguntungkan apabila dijalani dengan serius. Contohnya seperti apa? Simak di sini, seperti dikutip dari situs eHow berikut ini:

1. Olahraga
Instruktur senam mengajarkan kepada orang–orang apa yang ia sukai (dalam hal ini berolahraga) sambil mendapatkan ekstra benefit lainnya yakni tubuh yang fit dan prima. Apapun olahraga yang Anda sukai misalnya saja body pump, yoga, pilates ataupun rpm,

ISHLAH

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah Qalamullah.
Dan sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Muhammad SAW.
Dan sejelek-jelek perkara ialah yang diada-adakan.
Dan setiap yang diada-adakan adalah bid'ah.
Dan setiap bid'ah adalah sesat.
Dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.

4 macam orang terhadap bid'ah :
  1. Kelompok yang memahami makna dan kedudukan bid'ah serta perbedaannya dengan sunnah dan berusaha memberantasnya baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungan masyarakat.
  2. Kelompok yang memahami permasalahan bid'ah

Rabu, 31 Oktober 2012

Teologi Al Ma’un : Refleksi Pembebasan Kaum Tertindas



Munculnya gerakan pembaharuan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari era-pembaharuan yang terjadi di Timur Tengah semenjak awal abad ke-19 terutama Mesir. Ide-ide pembaharuan dari Timur Tengah ini kemudian berkembang ke Indonesia, baik secara individu maupun secara kelompok. Gagasan-gagasan pembaharuan tersebut datang dari orang-orang yang memiliki tanggung jawab tinggi dalam memperjuangkan prinsip ajaran Islam ditengah kehidupan bangsa Indonesia yang masih dalam belenggu penjajahan.

Kondisi sosial-keagamaan di Indonesia pada saat itu sangat memperhatinkan. Selain di sebabkan oleh belenggu penjajahan juga merupakan dampak dari pemahaman keagamaan yang tidak sesuai dengan ajaran yang semestinya, yang kemudian termanifestasikan kedalam realitas sosial yang cenderung mengarah pada kejumudan, kebodohan dan kemiskinan. Apalagi sebelum masuknya Islam ke Indonesia, daerah ini merupakan lahan subur dari agama Hindu dan Budha yang kental menganut paham animisme dan dinamisme.

Muhammad Darwis, yang kemudian berganti nama dengan Ahmad Dahlan, yang lahir pada tahun 1869 di Yogyakarta adalah anak dari KH. Abu Bakar yang pergi belajar ke mekah dan berguru kepada seorang ulama Indonesia yang terkenal yang bernama Ahmad Khatib al-Minangkabawi pada tahun 1980. Sekembalinya ke tanah air, nampaknya ia sangat menghayati arti dan makna serta cita-cita pembaharuan.Yang pasti, ia mulai mengintrodusir cita-citanya dan mengorganisisr teman-temannya di daerah Kauman untuk melakukan pekerjaan sukarela dalam memperbaiki daerahnya dengan membersihkan jalan-jalan dan parit-parit. Di samping itu, iajuga menjadi guru dan mengajarkan ilmu agama bagi teman-temannya di Budi Utomo. Dengan latar belakang kondisi sosial seperti inilah Muhammadiyah didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan (lebih akrab disapa dengan Kyai Dahlan) pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H bertepatan dengan 18 November 1912 M di Kauman Yogyakarta.

Secara singkat, dapat di jelaskan bahwa ada dua faktor yang melatarbelakangi lahirnya Muhammadiyah, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal diantaranya adalah kebijakan politik pemerintah kolonial Belanda yang terus berusaha untuk memperkokoh hegemoninya di Nusantara, serta masuknya ide-ide pembaharuan dari Timur Tengah. Sedangkan faktor internal diantaranya adalah sikap beragama kaum Muslimin yang bercampur